Arsip

Posts Tagged ‘dana bos sekolah’

DANA BOS 15 SEKOLAH BELUM CAIR, DISDIKDA BOJONEGORO KIRIM SURAT KE KEMENDIKNAS

18 Juni 2012 1 komentar

Kepala Dinas Pendidikan (Disdikda) Bojonegoro Khusnul Khuluq belum bisa memastikan kapan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) cair untuk 15 sekolah. Disdikda mengaku sudah mengajukan surat pencairan ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) di Jakarta.

“Kita sudah ajukan ke Provinsi,” katanya Senin (18/6/2012) menanggapi belum cairnya dana BOS untuk 15 sekolah swasta di Kabupaten Bojonegoro.

Ia menuturkan saat mengajukan lewat Dinas Provinsi tiba-tiba muncul keputusan dari Jakarta bahwa ada 15 lembaga itu belum masuk di Surat Keputusan Kementerian Keuangan penerima BOS. Akhirnya, Dinas Pendidikan Bojonegoro mengirimkan surat ke Kementerian dan Kebudayaan (Kemendikbud) di Jakarta.

Belum cairnya dana BOS dikeluhkan sekolah yang bersangkutan. Alasannya, dana bantuan dari pemerintah pusat ini sangat berarti untuk kegiatan operasional, terutama sekolah swasta.

Guna mengatasi dana operasional, pihak sekolah sementara menggunakan saldo tahun sebelumnya. Namun tak jarang untuk kegiatan sekolah diambilkan dari dana pribadi para guru, yang akan diganti setelah dana BOS cair.

Sesuai dengan kalkulasi, dana BOS untuk SMP akan diterima tiap tiga bulan sekali dalam satu tahun. Dana yang diterima sebesar Rp710.000 per siswa per tahunnya. Dana tahun 2012 ini meningkat dibanding tahun 2011 hanya sekitar Rp500.000 per siswa per tahunnya.

Untuk anggaran BOS triwulan pertama tahun 2012 ini harusnya sudah turun bulan Maret lalu. Namun hingga bulan Juni ini dananya belum turun atau mengalami keterlambatan selama dua bulan. Belum ada pemberitahuan dari Dinas Pendidikan Daerah (Disdikda) Bojonegoro terkait dengan kepastian cairnya dana BOS tersebut.

BOS UNTUK 15 SEKOLAH TUNGGU SK KEMENKEU

Bantuan Operasional Sekolah (BOS) triwulan pertama tahun 2012 telah disalurkan ke sejumlah rekening sekolah SD maupan SMP beberapa bulan lalu, namun beberapa sekolah masih belum menerima dana BOS tersebut.

Sedikitnya terdapat 15 sekolah SMP swasta di Bojonegoro belum bisa mencairkan, karena masih menunggu Surat keputusan (SK) dari Kementrian Keuangan (Kemenkeu).

Kepala Dinas Pendidikan Daerah (Disdikda) Kabupaten Bojonegoro, Husnul Khuluq membenarkan, jika pencairan dana BOS untuk 15 sekolah di Bojonegoro itu belum bisa terlaksana. Namun pihaknya mengaku tetap mengusahakan pencairan dana tersebut ke Dinas Pendidikan (Disdik) provinsi Jawa Timur.

“Untuk mengajukan penambahan sejumlah sekolah yang belum menerima dana BOS tersebut,” ungkap Husnul dikonfirmasi beritajatim.com, Minggu (17/6/2012).

Menurut Husnul, kekurangan 15 lembaga yang belum menerima dana Bos itu keputusan dari Disdik Pusat. Sehingga untuk mempertanyakan hal itu, pihaknya mengirimkan surat ke Provinsi pada 26 Desember 2011 lalu, yang menyebutkan bahwa 15 lembaga sekolah di Bojonegoro itu belum masuk dalam SK penerima BOS.

“Sampai saat ini masih menunggu menunggu SK dari Kementrian Keuangan,” jelasnya.

Hingga kini ada sekitar 91 lembaga. Rinciannya 24 SD dan 67 SMP tersebar di 20 kabupaten/kota Provinsi Jawa Timur yang belum menerima dana BOS sejak triwulan I (satu) kerena terlambat/tertinggal pada saat melakukan penjaringan data. “Selama ini kami tidak bosan-bosannya terus menanyakan ke Provinsi dan ke Pusat,” tandasnya. [uuk/kun]

Sekolah yang belum terima dana BOS meliputi :
1.SMP PGRI I Bojonegoro,
2. SMP katolik ST.Tarsisius Bojonegoro,
3. SMP Muhammadiyah 2 Bojonegoro,
4.SMP Islam Bojonegoro,
5.SMP Plus AR Rahmad Bojonegoro,
6. SMP Plus AL Fatimah Bojonegoro,
7. SMP PGRI Kapas,
8. SMP Muhammdiyah 3 Plus AT Taqwa,
9. SMP Muhammadiyah 4 Balen,
10.SMP Pancasila Kunci Dander,
11.SMP PGRI Sumberagung Dander,
12.SMP Ngunut Dander,
13.SMP Kedungbondo Balen,
14.SMP Plus Amanah Sumbertlaseh,
15. SMP Tri Tunggal Sugihwaras.

 

sumber : berita jatim

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 230 pengikut lainnya.