Beranda > PENDIDIKAN & BUDAYA > HASIL PENILAIAN UKG ONLINE H-3

HASIL PENILAIAN UKG ONLINE H-3

Dari hasil penilaian hari ketiga Uji Kompetensi Guru (UKG) online gelombang pertama, terlihat jika nilai rata-rata nasional guru yang mengikuti UKG di bawah standar, yakni 44,55. Penilaian tersebut dilakukan terhadap 243.619 peserta.

“Dari data yang masuk, banyak nilai guru-guru di bawah rata-rata. Ada 316 kab/kota yang di atas rata-rata dan 92kab/kota dengan rata-rata kurang dari 408,” ujar Mendikbud M Nuh di Kemendikbud, Jumat (3/8/2012).

Nilai rata-rata nasional, lanjutnya, adalah 44,55. Kabupaten dengan nilai tertinggi adalah Kabupaten Purworejo sementara yang terendah, yakni Kabupaten Bolang Mangondow Timur, Sulawesi Utara.

“Rata-rata nasional 44,55 dengan nilai tertinggi 91. Tapi ada juga yang nol atau tidak bisa menjawab. Kalau dibandingkan dengan Uji Kompetensi Awal (UKA), hasilnya tidak jauh beda. Rata-rata nasional UKA adalah 42,” kata mantan Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya itu.

Ternyata, bukan hanya nilai rata-rata UKG yang serupa dengan UKA. Peraih nilai rata-rata UKG sama seperti UKA, yakni Yogyakarta. “Di UKA paling tinggi Yogyakarta, dan UKG Yogyakarta lagi. Tapi ini baru nilai sementara,” tuturnya menambahkan.

Nuh mengungkap, Bahasa Indonesia merupakan mata pelajaran dengan rerata nasional terendah di tingkat guru SMP, yakni 42,0. Sementara untuk nilai rata-rata IPS 44,4, IPA 53,7, dan Matematika 52,6. Di tingkat SMA, mata pelajaran dengan rerata terendah pada UKG di hari ketiga adalah Bahasa Inggris dengan nilai 34,42.

“Kita lihat bahasa Indonesia ini paling rendah. Maka harus ada yang bisa kita ubah dari kemampuan bahasa para guru kita,” imbuh Nuh.

Mantan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) tersebut menganalogikan guru sebagai tangki berisi air (ilmu pengetahuan) yang ingin ditransfer kepada para murid.

“Mau tidak mau setelah ketemu peta ini, kapasitas tangki harus diisi dan diperluas dulu volumenya. Kemudian diisi sebanyak-banyaknya lalu dilengkapi pompa yang bagus sehingga air bisa dialirkan kepada murid. UKG itu semacam tes untuk melihat apakah di dalam tangki itu ada airnya atau tidak,” tandasnya.

Tercatat 1.006.000 guru baik SD, SMP, dan SMA akan mengikuti UKG secara online. Pelaksanaan UKG terbagi atas dua gelombang. Pertama pada 30 Juni hingga 12 Agustus 2012 sementara gelombang kedua akan digelar pada 2 Oktober mendatang. (rfa)

About these ads
  1. m nuh
    4 Agustus 2012 pukul 5:13 pm

    sebenarnya negara ini tak perlu guru/dosen karena sudah tersedia di luar negeri, yang diperlukan adalah tenaga dokter dan tenaga kesehatan, tenaga notaris, akuntan.
    ternyata Guru Indonesia adalah korban dari keangkuhan sebuah jabatan kementrian.
    Guru Indonesia hanya sebagian kecil yang profesional.
    orang yang menempati jabatan menteri beserta jajarannya adalah orang yang sangat profesional. yang mana saat mereka sekolah dulu guru-guru mereka telah memiliki berbagai macam sertifikat profesional sebagai guru dan telah teruji komptensi dan selalu lulus, oleh karena itu mereka bisa jadi presiden, menteri, dirjen, irjen gubernur, bupati, kepala dinas propinsi (kakanwil), kepala dinas kabupaten bahkan kepala sekolah, sehingga mereka mengusul untuk melakukan uji komptensi guru.

    untuk mangatasi masalah “ketidak profesional guru-guru yang tidak lulus UKG”, yang hemat biaya dan paling cepat adalah melakukan “MELAKUKAN PENSIUN MASAL PARA GURU PADA TAHUN 2013″, agar dunia pendidikan di Indoneia diisi oleh orang-orang yang sangat profesional dan memiliki banyak sertifikat kompetensi.
    BERANI MELAKUKAN UJIAN KOMPETENASI TETAPI SOAL YANG DIBERIKAN SANGAT BERANTAKAN DAN MEDIA YANG DIGUNAKAN BANYAK MENGALAMI KENDALA DAN GANGGUAN.

    HEI, MUHAMMAD NUH TAU DIRI LAH, APA YANG KAMU DAN JAJARAN MU LAKUKAN SAMA DENGAN MENGHINA GURU-GURU SENDIRI. KARENA MEREKA (yang tidak profesional dan tidak bersertifikat) KAMU BISA JADI MENTERI.

    ATAU INI SEMUA HANYA SEKEDAR SEBUAH KEBINGUNGAN UNTUK MENGHABISKAN ANGGARAN PENDIDIKAN 20% DARI APBN. AGAR TIDAK KELIHATAN DIKORUPSI MAKA DIBUATLAH KEGIATAN/PROYEK-PROYEK YANG HASILNYA SEBAGIAN AKAN KEMBALI KEPADA SI PELAKSANA.

    YANG PALING MUDAH ADALAH MENYALAH GURU. SEKARANG NONTON SIARAN TV SETIAP HARI ANTARA JAM 08.00 – 10.00 PAGI, PERHATIKAN DAN CERMATI APA YANG DILAKUKAN OLEH MEDIA YANG MEMBUAT ORANG INDONESIA UNTUK MENJADI ARTIS DAN TAK PERLU MEMIKIRKAN SEKOLAH LAGI.

  2. rohani cahya
    5 Agustus 2012 pukul 3:35 am

    tak perlu ditangggapi secara emosional……ambil sisi positifnya saja…..agar kita bisa lebih tenang melakukan introspeksi……

  3. 5 Agustus 2012 pukul 6:27 am

    kita sesama guru berfikir positif saja, apa yang diprogramkan perintah kita sambut dengan baik, selama itu tidak menghamburkan uang negara

  4. lyssa, ST,MM
    6 Agustus 2012 pukul 3:57 pm

    CARA JITU CEPAT LULUS TES TPA Oto BAPPENAS, PSIKOTES, TOEFL UJIAN SARINGAN MASUK CPNS/BUMN, S2 (PASCA SARJANA) UI,UGM,UNPAD, ITB,STAN, UI INTERNATIONAL (PASTI BISA)
    SPESIALIS PELATIHAN TPA/PSIKOTES/ TOEFL UI,UGM,UNPAD, ITB,STAN,UI INTERNATIONAL
    Ijin no:3789/PLSM/ I-133/VII/ 1995

    CARA JITU, CEPAT LULUS TES TPA, PSIKOTES &TOEFL (PASTI BISA)!
    Kami adalah Spesialis pelatihan TPA (Test Potensi Akademik)/PSIKOTES dan TOEFL memberikan pelayanan jasa pelatihan TPA dan TOEFL. Adapun pelatihan TPA, PSIKOTES dan TOEFL merupakan persyaratan Mutlak bagi Bapak/Ibu guna untuk mengikuti:
    – Tes untuk ujian saringan masuk CPNS dan BUMN
    – Tes untuk melanjutkan Pendidikan ke jenjang S1,Pasca Sarjana S2 untuk UMUM.
    – MEMBANTU REKAN-REKAN MAHASISWA/UMUM AGAR LULUS PSIKOTES DAN WAWANCARA KE PERUSAHAAN OIL AND GAS, BANK- BANK,CPNS, SERTA PERUSAHAAN MULTI NASIONAL LAINNYA DI SELURUH INDONESIA(SUDAH TERBUKTI).

    Note:
    – Biaya Belajar di Bayar di Muka
    – ± 80% peserta pelatihan Lulus tes S2,CPNS/BUMN di seluruh Indonesia
    (terbukti)

    HUBUNGI KAMI di:
    LYSSA,ST,MM / 021.71136838/ 0813 1879 2677
    Wisma Metropolitan 2,World Trade Centre, Jl. Jendral Sudirman,Jakarta

  5. 7 Agustus 2012 pukul 2:35 am

    Apapun bentuknya UKG merupakan tantangan bagi kita semua (Guru ) maka sikapilah dengan bijak dan apapun keputusan dari Bapak Menteri itu merupakan salah tujuan untuk kemajuan pendidikan di negeri ini.Dan mudah mudahn saja hasil ukg ini tidak menjadi tolak ukur untuk mengambil kebijkan/peraturan.Karena saya sebagai guru yang bermasa kerja 30 tahun baru merasakan ada perubahan kesejahteraan baru 4 tahun yang lalu.Tapi sekarang udah dirundung berbagai aturan yang meresahkan.

  6. RAHMA
    8 Agustus 2012 pukul 11:49 pm

    UKG yes…..!!!
    Soal-soal UKG ,,,,, TERRIBLE MESS…!!!

  7. 9 Agustus 2012 pukul 1:48 am

    supaya lebih fair menilai guru, hasil UKG perlu dianalis daya beda nya, jangan sampai item soal tdk dapat membedakan anak SD dan Guru. Hasil analis akan menunjukan kredibilitas pembuat soal…ya tho?….

  8. takiyat
    9 Agustus 2012 pukul 5:19 am

    guru-guru indonesia dengan rerata UKG 44,55 saja bisa nyetak menteri, dokter, irjen, kadiknas, bahkan presiden. Nah, kalau guru indonesia dapat mencapai rerata dia tas 70 … wah pasti dapat menggesar Obama, dong!!

  9. 9 Agustus 2012 pukul 9:32 am

    materi ukg jauh dari materi yang di kuasai guru dalam mendidik siswa tiap hari..kurang klop

  10. 10 Agustus 2012 pukul 4:28 am

    SUPAYA GURU BERKUALITAS,INSTITUSI PENDIDIKAN KEGURUAN DIATUR KEMBALI,DAN TIDAK BOLEH SEMBARANGAN MEMBUKA UNIVERSITAS KEGURUAN.YANG ADA SEKARANG BANYAK MEMBUKA INSTITUSI KEGURUAN TETAPI KUALITASNYA KURANG MEMADAI.

  11. 10 Agustus 2012 pukul 1:23 pm

    memang hasil ukg saya akui tidak memuaskan, tapi tolong yang membuat soal harap diperhatikan kesalahan-kesalahan yang membuat peserta ukg kehabisan waktu seperti : 1.jawaban ganda… 2.jawaban tidak sesuai dgn pertanyaan 3.kesalahan membuat soal…4.pengetikan yang tidak benar contoh dalam soal matematika penulisan derajat seperti angka nol yang akhirnya ikut dihitung..5. soal sd yang melangkah ke tingkat smp.
    dg kesalahan ini guru baru bisa menyelesaikan sekitar 60% soal yang akhirnya 40% lainnya asal di isi saja.

  12. 11 Agustus 2012 pukul 8:43 pm

    UKG dengan hasil apapun bertujuan baik. jadi sebagai guru profesional mestinya sambut baik. kalau ada nilai kurang banyak kemungkinan alasan : pelatihan oleh dinas tidak pas…latihan latihan yang ada jauh dari soal soalnya, gatek teknologi , pusing mikirin TSG yang selalu lambat bahkan ada yang belum dibayarkan. Tapi marilah sikapi dengan arif..usulku adakan UKG jilid dua..pasti lebih baik.

  13. 22 Agustus 2012 pukul 2:24 pm

    Saya jadi guru bahasa Inggris SMA lebih dari 30 tahun. Dalam mengerjakan UKG saya kerahkan segala kemampuan yang saya miliki. Hasil UKG saya di atas rata-rata tetapi belum mencapai passing grade. Saya membuat soal bahasa Inggris tetapi juga sering juga mengerjakan soal bahasa Inggris. Dan saya merasa bahwa soal-soal bahasa Inggris UKG belum disajikan/disusun, belum ditelaah secara sungguh-sungguh. Contoh ada soal yang menanyakan ide pokok alinea 5 tetapi alnea yang ada hanya tiga. Contoh lain ada soal bahasa Inggris yang pokok soalnya campur aduk bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Contoh lagi ada beberapa pertanyaan tentang padan kata/lawan kata pada kata yang terdapat di dalam teks. Lazimnya digaris bawahi agar tidak membuang banyak waktu. Tetapi tidak ada satu soalpun yang menggunakan kelaziman itu. Ini menyita banyak waktu sedang waktu sangat terbatas. Saya merasa sedih menghadapi/melihat soal UKG bahasa Inggris yang demikian. Sehingga saya berharap dengan penuh kerendahan hati agar penyajian soal-soal UKG Bahasa Inggris ditelaah/diatur /disajikan kembali agar lebih baik. Mohon maaf sebesar-besarnya kepada Bapak Menteri Kemendiknas saya memberikan penilaian bahwa penyusunan dan penyajian soal UKG Bahasa Inggris SMA belum memenuhi kaidah-kaidah yang semestinya. Wassalam.

  14. 22 Agustus 2012 pukul 3:10 pm

    terima kasih semua opini dan sharing nya

  15. lestari
    30 Agustus 2012 pukul 4:10 am

    untuk guru sih ukg perlu banget tapi ya itu tadi jangan dijadikan sebagai acuan karena daya strechingnya yang tinggi dan mgk saya perlu nanya juga apa harus lewat ukg, lewat hasil perolehan nilai ujian siswanya bisa ndak dibuktikan? kalau gurunya ndak bisa bgm muridnya? dan lagi tidak setiap guru mengajar di keseluruhan jenjang kelas, iya tho.

  16. jawatengah
    3 Oktober 2012 pukul 11:32 am

    tak perlu ditangggapi secara emosional……ambil sisi positifnya saja…..agar kita bisa lebih tenang melakukan introspeksi……saya bersyukur juga dan terima kasih kepada Bapak menteri UKG saya dapat nilai 82 padahal dulu saya tidak lulus Setifikasi guru dan terpaksa ikut PLPG jadi belum tentu yang dulu PLPG itu bodoh yah Pak.

  17. 23 Oktober 2012 pukul 4:19 pm

    Mohon dimaklumi kalau pendapat sebagian masyarakat mengatakan bahwa guru- guru Indonesia kurang profesional. Pendapat ini dilontarkan setelah munculnya kesadaran bahwa terbelakangnya bangsa ini karena rendahnya SDM masyarakat Indonesia akibat dari proses pendidikan yang kurang bermutu. Sehingga mereka baru sadar bahwa peran guru itu sangat penting , untuk itu perlu ditingkatkan sarana prasarana maupun kesejahteraannyagurunya. Tapi kasihan sebagai guru , istilahnya belum sempat “anggak” jadi guru, masyarakat sudah menuntut berlebihan, kritik macam macam, dilontarkan, guru ibarat mesin setelah Oli di Tap, Bensin di isi gas di tancap, tidak peduli bagaimana kondisi mesin yang sebenarnya, bagaimana mutu onderdilnya, berapa cc kapasitasnya dan sebagainya.
    Uraian di bawah ini adalah realitas bagaimana guru Indonesia berjuang dengan segala permasalahannya di masa lalu dan masa kini setelah profesi guru banyak disorot masyarakat.

    – Era 1970 an sekolah guru di anggap sekolah pinggiran, atau sering diplesetkan
    sebagai SPG = sekolah panjak gong, karena profesi guru kalah dengan profesi lain dan
    profesi orang desa
    – Tahun 1980 an guru SD saya banyak yang kerja nyambi sebagai ojek, makelar, jualan
    pracangan, bertani, ternak dll. karena gaji kecil tidak mencukupi kebutuhan sehari hari
    – Tahun 1990 kuliah di IKIP adalah pilihan kedua atau pelarian , ini ” njagani ” kalau ikut tes
    di universitas tidak diterima kan lumayan bisa jadi jadi guru ga papa ( itu kata guru Bimbingan Konseling SMA saya dulu )
    – Tahun 2000 an tenaga guru banyak dibutuhkan, dan sektor pendidikan paling banyak dapat menyerap tenaga sarjana atau diploma pendidikan, sehingga masyarakat rame rame kuliah di lembaga keguruan. Banyak sarjana non pendidikan yang mencari peruntungan jadi guru dengan mencari program akta dll. Banyak orang pinter rame rame mendirikan Perguruan Tinggi pendidikan jarak jauh yang Kuliahnya Sabtu minggu . Banyak anak anak muda lulusan SMA dari pada tidak kuliah mending ikut kuliah di desa sendiri toh masuknya hanya 2 hari saja,
    – Tahun 2010 Jadi guru agak lumayan, bisa bangga sedikit dan lebih percaya diri bila ikut rapat rapat di kantor kecamatan atau di instansi lain, meskipun harus selalu tabah dan tawakal terhadap cobaan yang menerpa, harus tetap berjuang, sebagai pejuang pendidikan sejati tidak pernah berhenti untuk selalu meningkatkan kompetensi profesionalnya. Kalau dulu dengan hidup susah saja masih bisa total bekerja, mengapa dengan keadaan yang lebih baik tidak bisa ? tentu bisa karena Guru “dalang ora kurang lakon”
    – Tahun 2012 dari media cetak dikabarkan 50 persen lulusan SMA ingin melanjutkan pendidikan dibidang keguruan. Ini kabar yang melegakan karena profesi guru adalah profesi yang menjanjikan, sehingga anak anak pinter bangsa ini tidak malu kalau jadi guru, Jadi guru adalah idaman bukan sekedar pelarian, sehingga guru masa depan tidak perlu UKG atau PLPG lagi karena guru yang baru lulus nanti adalah guru guru yang pintar dan profesional

  18. 21 Juni 2013 pukul 8:29 am

    At this time it seems like WordPress is the best blogging
    platform out there right now. (from what I’ve read) Is that what you’re using
    on your blog?

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 222 pengikut lainnya.