Beranda > PENDIDIKAN & BUDAYA > PENGGANTIAN BANK TUNJANGAN FUNGSIONAL

PENGGANTIAN BANK TUNJANGAN FUNGSIONAL

————————————————————————————————————————————————————

AYOBAI FACEBOOK INDONESIA BAGI-BAGI SAHAM GRATIS

BURUAN GABUNG ( KLIK DISINI )

————————————————————————————————————————————————————

Penggantian bank tujuan untuk pencairan dana tunjangan fungsional (TF) bagi guru tidak tetap (GTT) di bawah naungan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Bojonegoro, ternyata banyak disebabkan faktor pelayanan tahun sebelumnya. Tepatnya TF untuk sekitar 3.700 guru di tahun 2011.

Data yang dihimpun blokBojonegoro.com menyebutkan, saat pencairan TF selama tahun 2011 yang cair di awal tahun 2012, ada retur atau penolakan cukup besar dari Bank Rakyat Indonesia (BRI). Tepatnya, sekitar 700-an yang tidak bisa terkirim ke rekening user atau penerima TF.

“Bermacam-macam alasan yang dikemukakan, diantaranya nama berbeda, rekening pasif atau rekeningnya sudah hangus. Jadi, kami harus kerja ekstra keras dan berlipat-lipat dari yang seharusnya,” kata Kasi Madrasah dan Pendidikan Agama Islam (Mapenda), Kemenag Bojonegoro, Yasmani.

Ditegaskan, ketika proses Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) sudah turun, maka Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) akan langsung mencairkan dana TF ke pemenang tender, yakni Bank Mandiri. Pada tahun sebelumnya, operator di Bojonegoro menggunakan BRI dan BTN, maka Bank Mandiri harus mentransfer ke dua bank tersebut. Baru, hak para guru bisa sampai ke rekening masing-masing sehari atau dua hari pasca ditransfer.

“Maka muncul keluhan dari para guru, uang baru sampai beberapa hari. Ada juga yang belum menerima, dengan alasan retur tersebut. Selain tingginya retur di BRI yang sampai 700-an, di BTN pada pencairan TF tahun 2011 ada juga sekitar 200 lebih. Coba kita nanti cek ulang datanya,” jelasnya.

Perbedaan operator tersebut yang membuat sulitnya pengecekan. Tetapi sekarang menurutnya telah bisa terantisipasi. Karena operator yang sama, saat SP2D turun, makan dana posting dari KPPN langsung bisa masuk ke Bank Mandiri. “Ya otomatis ke rekening guru penerima TF. Lebih enak lagi, setiap bulan potongan cukup kecil dan pada proses awal tidak perlu mengeluarkan biaya,” lanjut Yazmani.

Ditegaskan, faktor pelayanan yang membuat pihaknya berpikir keras. Karena, kenyamanan dan tepat waktunya guru menerima TF cukup diperhatikan. Ditanya mengenai masih minimnya ATM Mandiri di Bojonegoro? Menurutnya bisa disiasati dengan di ATM bersama, walaupun terkena klaim. “Tetapi kan jumlahnya tidak besar, dan bisa dilakukan sekali ambil,” terangnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, banyak guru mengeluh, karena rekening penerimaan dana TF yang sebelumnya memakai BRI dan BTN, harus dipindah ke Bank Mandiri dengan berbagai alasan. Padahal, ada banyak dana yang belum sampai benar-benar untuk habis di rekening. Jika tidak diserap, makan bisa terkenang ambang batas saldo yang ada dalam rekening. [lis/mad]

About these ads
  1. r10
    30 Juli 2012 pukul 9:56 am

    kalau pakai satu bank tentu lebih mudah koordinasinya

    • 30 Juli 2012 pukul 12:15 pm

      yang di permasalahkan tiap tahun ganti bank, jadi banyak saldo sisa hangus..haha.
      Namanya juga proyek..pasrah ae

  2. jojon
    13 Agustus 2012 pukul 5:56 pm

    setuju sajalah…. paling tidak dengan itu sudah memberi kontribusi bagi GTT di bojonegoro…
    nek cair lak yo seneng tho..hehe… trima kasih …

  3. nurroziqoh
    19 November 2012 pukul 5:18 am

    tp kenapa cairnya cuma skitar 700 rb sih mas dlu masih 1.500

  1. No trackbacks yet.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 230 pengikut lainnya.